Hattori Hanzo (1542 - 3 desember
1596). dikenal juga dengan nama Hattori Masanari, anak dari Hattori
Yasunaga, salah satu ninja terkenal pemimpin dari klan Iga. Hanzo melayani
Tokugawa Ieyashu dan lebih dikenal dengan nama Oni-Hanzo karena kekejamannya
yang diperlihatkan pada setiap pertempurannya.
Hanzo lahir di daerah mikawa, dia
sering pulang ke kampung Iga. dia adalah pemain pedang yang sangat handal
dan seorang pengatur strategi yang baik juga. dia juga paling sering
berlatih martial art yang dipelajarinya di daerah cina, Hanzo meninggal
pada tahun 1596 pada umur 55 tahun karena sebab2 alami. penerusnya dalah
anaknya yang bernama Masanari yang menjadi penjaga keamanan istana Edo.
Hattori Hanzo dikenal pula dengan
nama Hattori Masanari, adalah salah seorang ninja terkemuka dalam sejarah
Jepang. Ia sering muncul dalam manga dan novel fiksi, digambarkan
berpakaian serba hitam serta memiliki kemampuan ninjutsu yang luar biasa.
Mulai dari ilmu meringankan tubuh, menyelam, bergerak di bawah tanah sampai
menyamarkan diri di kegelapan. Ironisnya, dalam berbagai ensiklopedia
sejarah, Hanzo jarang tertulis atau terkenal sebagai seorang ninja. Yang
pasti, ia tercatat melayani Tokugawa Ieyasu dengan sangat setia. Atas
kepandaiannya dalam menyusun taktik, ia mendapat julukan Oni-Hanzo (Devil
Hanzo).Hattori Hanzo Early Life
Dalam legenda, Hattori Hanzo
tercatat sebagai seorang superhuman ninja warrior. Dikisahkan Hanzo
memiliki kemamuan untuk menghilangkan diri yang sangat sempurna. Ia juga
menguasai ilmu penggunaan tali untuk menangkap musuh secara
tepat. Kemampuan psychokinesis dan psychomancy pun konon
dikuasai oleh Hanzo, membuatnya dapat memprediksikan taktik serta
kekuatan lawan secara akurat. Selain seorang ninja, ia juga dikenal
sebagai ahli pedang berkemampuan tinggi, seorang penyusun taktik jitu
sekaligus piawai dalam memakai tombak. Hattori Hanzo mulai belajar ilmu
bela diri pada usia 8 tahun di Gunung Kurama dan pada usia 12 tahun
berhasil menjadi seorang ninja. Di usia 18 tahun, Hanzo dengan sukses menggapai
posisi master ninja. Ayahnya, yakni Yasunaga, melayani Matsudaira Kuyoyasu
selaku pemimpin klan Mikawa sekaligus kakek dari Ieyasu Tokugawa. Meski
terlahir dan dibesarkan di provinsi Mikawa, ia sering kembali ke Iga
selaku rumah dari keluarga Hattori yang memiliki kekuasaan sebagai
pemimpin komunitas ninja di provinsi Iga.
Hanzo dan Ieyasu Tokugawa
Hubungan antara Hanzo dan Tokugawa
Ieyasu, shogun Jepang, bermula saat Hanzo berumur 26 tahun. Ketika tinggal
di Mikawa, ia menantang Hanzo untuk menahan nafas dalam air dan
bahkan mencekik leher Hanzo dengan selembar kain. Tantangan itu
dihadapi Hanzo dengan tenang dan akhirnya ia keluar menjadi
pemenang. Ieyasu yang pucat dan terengah-engah karena kehabisan
nafas bertanya mengenai berapa lama seorang ninja dapat bertahan dalam
air, yang dijawab oleh Hanzo, ”Satu atau dua hari,
tergantung permintaan tauan.” Untuk membuktikannya, ia kembali
menyelam ke dalam air sampai beberapa jam lamanya hingga Ieyasu
cemas dan mulai memanggil-manggil namanya. Hanzo muncul ke permukaan tanpa
tanda-tanda kehabisan nafas lalu menyerahkan sebuah pedang pendek yang
tadinya ada di pinggang Ieyasu. Ieyasu langsung terpukau dengan kemampuan Hanzo
dan menjadikannya anak buah andalan
sekaligus sahabatnya.Ieyasu Tokugawa
lalu mendirikan pemerintahan pusat yang bertahan selama 300 tahun,
bertahan selama 15 tahun generasi keturunannya.
Keberhasilan tersebut tidak lepas
dari kemampuan Ieyasu dalam melobi banyak prajurit bertalenta tinggi. Ia
memperkerjakan banyak orangdengan latar belakang yang berbeda dalam usahanya
mengumpulkan ilmudan pengetahuan. Ieyasu juga banyak dibantu oleh klan ninja,
terutama Hanzo. Selama Warring States Period, para ninja merupakan
agen penting dalam pengumpulan informasi dan eksekusi yang cepat. Meski
banyak daimyo yang memperkerjakan ninja tetapi tidak ada daimyo sepintar
Ieyasu yang cara piki dan kepandaiannya disukai para ninja. Salah satu
kesuksesan dan bukti kesetiaan Hanzo pada Ieyasu adalah ketika Ieyasu
mencium niat pemberontakan pada Nobunaga di Honno-ji temple. Hanzo meminta
tuannya untuk mampir ke Iga, kembali ke Mikawa dengan bantuan para ninja
Iga dan Koga lalu menyerang para prajurit yang berkhianat. Ieyasu pun
setuju dengan usul Hanzo. Setelah mengumpulkan sekitar 300 ninja, Hanzo menyerang
Honno-ji sementara Ieyasu disembunyikan di Mikawa. Keberhasilan Hanzo
dibalas dengan memperkerjakan semua ninja yang membantunya dalam
pertempuran tersebut.
Lalu di tahun 1590, ketika Ieyasu tinggal di Edo, para ninja diberikan tempat tinggal di sayap barat istana Edo. Area tersebut dinamakan Hanzo-Cho, dan salah satu gerbang istana dinamakan Hanzo-mon (Gerbang Hanzo). Saat Battle of Winter dan Battle of Summer yang terjadi di Osaka tahun 1614-1615, menjadi pertempuran paling besar yang pernah terjadi di Jepang. Dalam perang tersebut, para ninja mencapai puncak kejayaan dimana peran mereka sangat besar dalam mempertahankan pimpinan serta mengirim informasi. Ketika Sanada Yukimura, salah seorang jendral Toyotomi terkemuka sibuk menyusun taktik di istana Osaka, Ieyasu mengirimkan surat panah berisi tawaran 100.000 koku beras. Ieyasu juga menyuruh para ninja menyamar sebagai ronin dan memasuki istana Osaka untuk mengumpulkan informasi. Kemampuan mereka untuk menyamar akhirnya membuat klan Toyotomi kecolongan banyak informasi berharga, yang mengarah pada kejatuhannya di Battle of Winter dan Battle of Summer.The Death of Hanzo Hattori
Hattori Hanzo meninggal di tahun
1596 pada usia 55 tahun. Ada yang mengatakan Hattori meninggal karena
sakit, tetapi ada juga yang percaya bahwa Hattori dibunuh dalam sebuah
pertempuran oleh ninja bernama Fuma Kotaro. Kekuasaan Hattori diturunkan
kepada anaknya Masanari yang baru berusia 18 tahun ketika
ayahnya meninggal. Sayangnya ia tidak menguasai ninjutsu dan lalai dalam memimpin
klan Iga sehingga para ninja menganggap Masanari tidak pantas menwarisi
nama besar Hanzo dan mengakibatkan perpecahan. Para ninja yang memberontak
mendesak Masanari untuk turun dari tampuk pimpinan. Jumlah ninja yang
memberontak tidak tercatat dengan jelas tetapi para sejarawan mencatat
pemberontakan tersebut sebagai salah satu pemberontakan paling besar dalam
sejarah Jepang. Di tahun 1605, klan Iga terpecah menjadi 4 bagian dan
masing-masing dipimpin oleh samurai berkedudukan rendah. Iga pun tidak
pernah lagi mencapai kejayaan seperti yang pernah diraih Hanzo.


